Feeds:
Posts
Comments

My journey to “The Blue Paradise Island – Nusa Penida, Bali” started with my decision to join Pemilihan Putri Selam Indonesia 2016 (Miss Scuba Indonesia 2016). I started to scuba dive in 2013 with open water ssi license and since then I fall in love with underwater beauty, this is the main reason why I joined the competition. The other reason is to make friends as many as possible with divers out there, I often cancel my diving trip because not being able to gather friends whose already certified diver. It turned out that Putri Selam Indonesia gives me more, mostly knowledge about marine conservation, diving sport, and Indonesian dive sites. Surprisingly I was announced as 4th runner up while I was being pessimist because not being able to do the photoshoot session in quarantine. Well, I really am grateful for this opportunity and the top 5 first duty is attending Festival Nusa Penida which brought me to The Blue Paradise Island.

pp.jpeg

Our agenda for the first and second day is participating in Festival Nusa Penida. In the opening ceremony, we sat at the front row in the stage with representation of tourism minister *so awkward.. Anyway from the whole ceremony, I was amazed by the local dance performance that involving 1000 male dancer. The next day, the festival programs were cleaning up the beach, coral planting, and releasing baby turtle. We had so much fun!

DSCF5982.JPG

DSCF5993.JPG

Our next activity is to do two photoshoot sessions. The first session was for Caspla Beach Hotel which we stayed in for six days, this is the brand new luxurious hotel in Nusa Penida owned by Mr. Putu. I had an incredible experience staying there. The staffs were so warming: Mr. Ketut as the marketing, Mr. Yogik as the head chef, and all of the staffs are such a lovely second family for six days. I also enjoyed the room for its full facilitated, clean, and comfortable ambience. Note that this hotel located near the caspla speed boat harbour – only 2 minutes walk, you can easily find the access to this hotel.

DSCF6075.JPG

The photoshoot session was done while we were playing water sports. We tried banana boat, donut boat, jet ski, flyboard, and snorkelling. The perks of staying in Caspla Beach Hotel is having a nice beach and underwater scenery right in front of the hotel.

DCIM101GOPRO

The second photoshoot session was for the festival. We were wearing two outfits, summer beach outfit and diving outfit. The photoshoot was taken place in Crystal Bay, one of the famous beach in Nusa Penida.

img_3553

IMG_4015.jpg

The third photoshoot session was in Denpasar, Bali for Seagods Wetsuit. We did this on our last day before going to the airport.

IMG-20161012-WA0031.jpg

We were not forget to explore Nusa Penida: we visited Kelingking Beach, Broken Beach, and Angels Billabong. In Kelingking Beach, you’ll find temple near the photo spot so please be aware if you’re here not to get in there if you’re not dressed properly. The view from cliff was so magnificent, you’re like seeing a “dinosaur head” island. Do not forget to visit the small local stalls near this point, I met thin old lady who barely speaks english and indonesian. She was selling drinks, snacks, and cotton to be woven. I can’t imagine how she communicate with tourists. Moreover in this point will be built a hotel, i hope the old lady and all the local people will be doing fine and having proper life even though their area is being taken over.

DSCF6429.JPG

dscf6428

Broken beach and Angels Billabong are located in the same place. You’ll need thick footwear because difficult path to get to Angels Billabong, but once you get there – it’s all paid off (my sandals were broken off here). Thanks to Vena, Oja, and Daniel for accompanied us to this beautiful places.

dscf6685

dscf6714

As the miss scuba indonesia, sure we were diving here!! Thank you to Octopus dive that help us knowing more about Nusa Penida and its diving spots. Two thumbs up for Tante Thea, Aya (she is the youngest dive instructor in Indonesia and also former 3rd runner up Miss Scuba Indonesia), Vena, Abi, and Bang Indro (i forget his real name lol – he’s look alike Indro warmup DKI) from Octopus Dive. Even though I didn’t meet mola mola, I feel satisfy and happy to be able to explore one of the best dive sites to experience waves, tides, and currents.

DSCF6508.JPGDCIM101GOPRO

For food here, you have to try 2 places. Eat at the Caspla Beach Hotel Restaurant and Pina Colada. They both have extraordinary food. Me and my friends had cooking class with Chef Yogik in Caspla Beach Hotel restaurant, that was so exciting. In Pina Colada, they concern about healthy lifestyle. They served red rice not white rice, and they’re not using plastic straw but bamboo straw. I fell in love with the concept, reduce plastic waste – save the earth!

dscf6611

dscf6224

I think this is all my stories in Nusa Penida. Thank you so much Putri Selam Indonesia, Caspla Beach Hotel, and Octopus Dive! See you next time Nusa Penida.

dscf6726

dscf6772

Budak

Hai warga kota!

Apa pikir tentang kotamu?

Apa pikir hidup di kotamu?

Baik kah? Buruk kah?

 

Simpel pikirku, kita hanya budak

Budak dari kesejahteraan

Mencari harta siang dan malam

Mengarungi rutinitas

Dengan hati yang tidak ikhlas

Atas nama sejahtera

 

Budak dari persepsi masyarakat

Tindak tanduk berkiblat pada trend

Berkedok untuk membentuk asumsi

Demi pencapaian kelas sosial

Memuaskan persepsi masyarakat

 

Yang pasti…

Kita adalah budak diri sendiri

Tanyaka pada tuanmu

Si hati kecil yang berada di dalam itu!

Iya, tanyakan padanya

Apa sebenarnya maumu?

Dan menjadi bahagia…

Sesimpel mengikuti mau tuanmu

 

 

 

 

Sissy

Jakarta, 23 November 2015

 

JOGJA

Perjalanan ke Jogja kali ini bisa dikatakan keluar dari comfort zone. Mungkin hanya hal-hal kecil bagi sebagian orang, tapi saya jarang melakukannya. Saya biasa mempersiapkan perjalanan dari jauh-jauh hari, mungkin bisa sampai hitungan bulan tapi perjalanan ini baru direncanakan hanya 2 minggu sebelum pergi. Transportasi yang digunakan pun kereta, seumur hidup saya melakukan perjalanan antar kota dengan menggunakan kereta hanya dua kali sebelum perjalanan kali ini, dan itu sudah cukup lama. Pembelian tiket keretanya pun satu minggu sebelum keberangkatan, berbeda dengan ketika saya pergi ke NTT yang nyicil membeli tiket pesawat dari 8 – 10 bulan sebelumnya. Tiba disana pun, saya menginap di kosan teman saya (yang mana jarang juga saya lakukan).

Magnet pertama yang membuat saya tertarik untuk mengunjungi Jogja adalah ArtJog, sebuah art exhibition tahunan, dan ternyata ada beberapa teman yang mempunyai interest sama dengan saya. Teman perjalanan ke Jogja pun random dan berganti tiap harinya.

Saya berangkat naik kereta dari stasiun Senen sekitar pukul 7.00 malam, dan tiba di Jogja pukul 3.20 pagi. Saya dijemput dan ditemani makan oleh Rendy, teman saya yang saat itu bekerja sebagai reporter tv swasta di Jogja.

Tempat pertama yang saya kunjungi di Jogja setelah itu adalah ArtJog, melihat berbagai karya seni yang sangat menarik dengan berbagai filosofi di baliknya. Mata dan isi kepala seakan termanjakan berada di pameran tersebut, berbagai eksplorasi bentuk dan suara di kolaborasikan untuk menyampaikan pesan tertentu dari sang artist.

DSC_1791

Di area yang sama terdapat museum kolong tangga, yaitu museum mainan anak-anak. Museum ini tidak terlalu besar, namun mampu memutar balikkan memori kembali ke masa kecil melihat berbagai mainan yang ada di dalamnya. Saya merasa beruntung melewati masa kecil bermain dengan banyak permainan tradisional, belum mengenal tekhnologi seperti anak-anak pada masa ini.

DSC_1803

DSC_1807

Ada salah satu teman dari seorang teman kami yang menjadi lighting designer di sebuah art gallery, jadi kami melanjutkan perjalanan kesana. Namanya “red base foundation”, tempatnya cukup membutuhkan usaha untuk ditemukan namun setelah tiba semua itu terbayarkan. Karya seni yang ada di tempat ini membuat kami berdecak kagum, favorit saya sendiri adalah sebuah boneka yang diletakkan terbalik menggunakan semacam regulator dalam aquarium berair, kisah di balik karya ini adalah sang artist pernah tenggelam dahulunya dan ingin memberikan gambaran tersebut dalam karyanya.

DSC_1816

Hari pertama ditutup dengan menyantap yakitori dan kemudian menghabiskan waktu di epic cafe yang terkenal oleh milkshake nya.

cached-1552623658

Keesokan harinya, kami mulai dengan mengunjungi Bukit Paralayang di Parangtritis. Pemandangan dari tebing ini di barengi dengan lantunan lagu dari gitar serta nyanyian bersama membuat suasana yang didapat tidak bisa digambarkan dengan kata-kata.

cached-1497449488

Gumuk Pasir yang berada tidak jauh dari bukit paralayang juga kami kunjungi, tempat ini biasanya digunakan untuk sandboarding tapi saya tidak melakukannya. Panas menyengat sedikit membuat tidak nyaman tapi tidak bisa dipungkiri berfoto di tempat ini sangat bagus.

cached-995038483

Kembali ke kota Jogja, saya menemui Nabilah dan Twinda. Nabilah teman saya yang sangat impulsif, memastikan mau ikut perjalanan h-1 dan saat tiba belum punya tiket pulang ke Jakarta. Sedangkan Twinda sedang menjalani program pendidikan di magelang. Kami pun mengunjungi taman sari, diceriterakan dahulunya adalah tempat mandinya raja untuk memilih selir mana yang akan menemani beliau.

GOPR4570_1435390978964_low

Kami kemudian memilih untuk menikmati sunset sekaligus makan malam di Candi Ratu Boko. Dan lalu menikmati pagelaran balet Ramayana dengan Candi Prambanan sebagai latar belakang.

cached321864012

cached2010292366

Hari berikutnya kami mengejar sunrise ke Mangunan, sayangnya karena hari itu hari Minggu sehingga ramai sekali orang. Saya sendiri cukup puas menikmati pemandangan yang disuguhkan alam sekitar dari gelap hingga semua jelas, proses yang “breathtaking”.

cached1533690185

Melanjutkan perjalanan ke Hutan Pinus, Imogiri. Semuanya menyenangkan disini! pohon-pohon pinusnya – udaranya – sinar matahari yang mengintip di balik pohon pohon – rumah pohon – tanahnya – semuanya. Foto-foto kami disini juga sangat bagus, thanks to Willy!

cached226033037

cached1508345136

Setelah beristirahat sebentar, kami memutuskan untuk melihat 3D trick eye museum.

cached1200598032

Dan lalu kami ke daerah minggiran, dimana ada teman yang menjadi socialpreneur. Kami belajar cara membuat emping melinjo langsung di dapur ibu-ibu penduduk setempat. Yang tidak kalah uniknya, kami pulang membawa oleh-oleh beras merah organik. Percakapan dengan mereka pun sarat makna dan ilmu baru buat saya dan teman-teman. Terimakasih Imanuel sudah membawa kami kesana🙂

cached-1220150308

cached-786051660

Malam terakhir di kota ini pun kami habiskan bersantai di Indische Koffie, sebuah cafe di Benteng Vredeburg. Paduan dari pemandangan cahaya lampu lampu kota Jogja, udara malam, ice chocolate, lantunan suara gitar harmonika dan nyanyian membuat malam pun menjadi semakin indah dinikmati.

cached907612655

Terimakasih Jogja buat 3 hari nya yang menyenangkan!

Singapore City

Entah kenapa dengan berbagai alasan, saya selalu mengunjungi Singapore setiap tahunnya. Mungkin sudah 6 tahun belakangan ini, ada yang pergi bersama teman-teman maupun keluarga.

sp1

Kota modern yang terus berubah secara dinamis.

11065174_10153100387817488_1068198472_o

sp2

Kunjungan saya ke Singapore tahun ini untuk menemani ibu saya yang akan melakukan presentasi poster penelitian di forum ilmiah internasional dan juga saya berencana untuk menonton pertunjukkan teater musikal Beauty and The Beast dari disney di Marina Bay Sands Mastercard theatre.

sp4

Saya banyak berjalan-jalan sendirian ke berbagai art exhibition, menikmati sisi lain dari kota megah ini.

11081538_10153100381872488_1021814791_nsp3

Selain itu saya juga sempat menemui teman saya yang sedang berada di Singapore, menjelajahi makanan-makanan yang di kicaukan di sosial media ataupun rekomendasi langsung dari teman secara personal.

11070684_10153103104292488_1590432385_o

Dan.. tentunya shopping!

See you later, Singapore

Wonderful Belitung

This year – 2015, I gave myself a present for my birthday. I went to Belitung Island for 3 days with my friend, Seda. It started on 7th March which is Saturday and my flight back to Jakarta is on Monday.

11040044_10153082581392488_653593408_n

Right after Mr.Sanusi picked us up at the airport, we were having breakfast the famous local food – Mie Ateb – I have to say, I like it so much.

10527407_10153082636597488_6826155761735444322_n

And then, we were heading to Gantong to see Muhamadiyah Elementary School which is the setting of ‘Laskar Pelangi’ movie also went to Museum Kata (Words Museum) by Andrea Hirata – he’s the author of Laskar Pelangi novel based on his own life. Such an inspiring person and story anyway.

belitung 1

Our first day city tour closed by visiting Batu Mentas National Park, we saw Tarsius and Luwak there. We walked around and found Tree House and Tent House. Antimainstream way to spend a night there :p

belitung 2

Before the sun down, we already arrived on the Kepayang Island. I really love this island, especially the magnificent view behind my cottage. Perfect place to relax and enjoy yourself. The people in this island also very helpful and kind.

11065177_10153077237902488_195592058_o

On the second day, we were diving around the island. I have to be honest, it was not my lucky day. I used to have 3 dives that day but the weather and wave condition not allowing us to do so, i had to satisfy with only 2 dives.

11064329_10153077302437488_1563972110_o

After that, i spent my time canoeing around the island.

11042621_10153077215377488_74575916_n

My last day in Belitung, we bought local snack for our family and also went to Tanjung Tinggi Beach, this place is used in Laskar Pelangi movie. After that we went back to Batu Mentas again for tubing. We were tracking in the woods for 15-20 minutes and then tubing along the river for 1,5 hours. This is the real lazy river!

belitung 3

Well here it is my journey in Belitung for 3 days, i am satisfied with the trip. Happy birthday to me!

10951478_10152977526632488_621951866_n

“It is one of the blessings of old friends that you can afford to be stupid with them”

– Ralph Waldo Emerson

Rumah Harapan

Malam mingguan kemarin beda dari biasanya, bukan mal bukan cafe bukan bioskop tapi rumah harapan.

Apa itu rumah harapan?

Rumah harapan adalah rumah singgah untuk anak-anak yang sakit dan membutuhkan tempat berlindung yang aman juga mendukung perawatan pengobatan yang mereka jalani.

 10933174_10152963227652488_2046474291_n

Salah satu yang bermain dengan kami kemarin namanya Tyas dengan kanker tulang stadium 4 sehingga sudah lumpuh tidak bisa berdiri dan berjalan lagi, Tyas harus mengesot atau dengan kursi roda buat berpindah. Di kaki Tyas banyak luka karena digigitin tikus saat tidur di tempat tinggalnya dulu yang memang tidak layak. Saat ini luka luka tersebut sudah menyembuh walaupun terapi kankernya sudah tinggal paliatif saja (menghilangkan gejala tidak nyaman yang dialami *rasa sakit* tapi tidak menghentikan penyebaran penyakitnya)

10921814_10152963264572488_1459596703_n

Anak cerdas bernama Ucu sibuk me wawancarai teman saya apakah memiliki pasangan hidup atau tidak, dibalik kelucuannya itu siapa sangka ternyata Ucu menderita gagal ginjal yang membuatnya harus melakukan cuci darah secara rutin.

10928699_10152963355657488_1724953959_n

Selain mereka juga ada Fadhli, Nisa, Desi, Indah yang bermain bersama kami. Menghabiskan waktu bersama mereka membuat kami lebih mensyukuri hidup dan terus ingin berbagi sebisa mungkin, sekecil apapun besarnya.

10888231_10152963266062488_137316326_n10927882_10152963246102488_304126263_n

Teman-teman yang penasaran tentang rumah harapan bisa visit:
Rumah-harapan.com dan 3littleangels.com buat info lebih lanjut

10937735_10152963319882488_647483968_nYang mau donasi, bisa langsung ke mba silly, bisa ke cp di web, bisa juga via saya.

Jangan tunggu kaya untuk berbagi, sekarang pun saatnya🙂