Feeds:
Posts
Comments

Archive for September, 2011

another artikel untuk tugas sebagai Young On Top CA 🙂

Notes from Nissia Ananda (YOT CA UI), September 2011.

Judul artikel yang saya berikan mungkin terdengar sangat klise, layaknya tagline dari sebuah jasa yang di promosikan. Tapi jika kita renungkan lebih dalam, 4 kata tersebut adalah suatu prinsip yang harus kita tanamkan pada diri kita dan juga di diri orang lain (dengan cara menginsipirasi) agar dapat membentuk individu yang berintegritas dan berkepemimpinan.

Pengertian individu yang berintegritas adalah individu yang memiliki kesesuaian antara perkataan dan perbuatannya. Ketika seseorang berada di dalam organisasi dengan latar belakang untuk berkontribusi maka sudah pasti ia akan melakukan tanggung jawabnya dengan baik, sesuai dengan visi dari organisasi tersebut. Tidak hanya sekedar menjadi sebuah kalimat belaka visi dari organisasi yang kemudian menjadi omong kosong karena di ucapkan tanpa tindakan oleh individu-individu yang berada di dalamnya. Organisasi tidak butuh orang-orang yang hanya sekedar mencari nama dan popularitas, nama dan popularitas bisa dikatakan hanyalah bonus jika kita dapat melakukan perubahan ke arah yang lebih baik dengan cara berkontribusi di organisasi.

Sedangkan individu yang berkepemimpinan adalah individu yang memiliki kemampuan dan dipercaya orang lain untuk memimpin menuju suatu tujuan tertentu. Mungkin memang ada orang yang berhasil menjadi pemimpin tanpa memiliki prinsip “aku ada untuk berkontribusi”, namun apakah kepemimpinannya baik? Seorang pemimpin yang baik haruslah mengayomi bawahannya, bagaimana bisa seseorang mengayomi ketika dirinya tidak mendapatkan kepercayaan dari orang-orang yang mau diayominya tersebut? Salah satu indikator yang menentukan kepercayaan dari orang lain adalah bersikap berintegritas, oleh karena itu seorang pemimpin yang baik harus memiliki prinsip “aku ada untuk berkontribusi” agar dapat menjadi individu yang berintegritas serta mendapatkan kepercayaan dari orang lain. Lagipula siapa sih yang mau punya pemimpin tidak berkontribusi cuma bisa nyuruh-nyuruh aja?

Kontribusi, harus dilakukan secara maksimal tentunya dengan menyesuaikan dengan kapabilitas dari diri kita. Sebagai contoh, dalam mengemban tanggung jawab atau tugas maka kita harus mempertimbangkan kemampuan kita untuk menyelesaikannya jadi tidak hanya sekedar asal ingin berkontribusi namun tidak memiliki kemampuan yang dibutuhkan. Selain kemampuan, yang perlu di perhatikan juga adalah waktu dan kesibukan yang sudah di jalani. Jangan mengambil tanggung jawab baru disaat masih banyak tanggung jawab yang sedang dijalani, kecuali kamu yakin mampu membagi waktu dengan baik untuk dapat menyelesaikan semuanya. Yaa bisa dikatakan pintar-pintar saja mengukur diri dalam melakukan kontribusi.

Jadi siapkah kita berkontribusi?

Read Full Post »