Feeds:
Posts
Comments

Archive for June, 2014

Kerja Sosial ini adalah program kerja rutin yang diadakan setiap dua tahun sekali, mengambil lokasi di luar pulau Jawa dengan berbagai pertimbangan mengenai tingkat kesehatan gigi mulut di daerah tersebut. Tahun 2014 ini, Kerja Sosial diadakan di provinsi Nusa Tenggara Barat dengan dibagi ke empat daerah, yaitu Desa Suela dan Desa Senyiur di Pulau Lombok, Desa Sermong dan Desa Lopok di Pulau Sumbawa.

Β Image

Berangkat dari Jakarta tanggal 20 Juni, sehari lebih awal dari pembukaan acara karena kami berencana untuk berjalan-jalan sendiri diluar program acara, yaitu mengunjungi Kepulauan Gili untuk diving atau snorkling.

Image

Keesokan harinya adalah saatnya pembukaan acara, selayaknya kami disambut oleh pemerintah setempat. Pembukaan ini dilangsungkan di malam hari sehingga saya dan teman-teman tidak membuang waktu kami di pagi hari untuk tidak mengunjungi keindahan Pulau Lombok lainnya, yaitu Pantai Mawun.

Imagepantai Mawun

Image

Tari Dewi Anjani dari NTB untuk menyambut tamu

Di hari ketiga, kami berpencar ke empat desa untuk disana tinggal selama tiga hari dan melakukan kegiatan-kegiatan kerja sosial. Saya sendiri ditempatkan di Desa Sermong, Sumbawa Barat sehingga perjalanan saya dari Kota Mataram pun menggunakan jalan darat dan jalan laut (kapal ferry) melalui pelabuhan Kayangan dan pelabuhan Pototano.

Image

Selama tiga hari saya berada di tempat pengobatan gigi mulut dan bertugas sebagai operator. Siapa sangka dari target awal yang di tetapkan 250 tindakan (per daerah), kami mengerjakan lebih dari 300 tindakan. Terimakasih dosen supervisor yang sudah mengawasi dan membantu kami mengerjakan pasien-pasien ini. Setiap harinya kami melakukan pengobatan hingga sore, sehingga selepas itu bisa berjalan-jalan melihat keindahan alam di Pulau Sumbawa.

ImageBermain di Pantai Maluk

Image

Benete Bay

Di pantai Jelenga saya sempat berkenalan dengan seorang pendatang asing dari Afrika Selatan yang sudah menetap di Indonesia selama 4,5 tahun. Kami banyak berbicara tentang betapa mengagumi nya keindahan alam Indonesia. Satu hal yang menurut saya sangat miris adalah ketika dia menceritakan sedihnya melihat banyak sampah bertebaran di pantai ini yang dibuang oleh para penduduk lokal. Sampai akhirnya dia membuat eberapa tempat sampah di kawasan pantai ini. Well, i have to agree.. Saya pun sedih melihat kurangnya kesadaran penduduk lokal untuk membuang sampah pada tempatnya.

Image

Pantai Jelenga

Selama berada di Desa Sermong, saya tinggal di rumah Pak Jamaludin dan Ibu Rosmini (warga setempat). Anak permpuan bungsu mereka bernama Nabila senang sekali bermain dengan kami. Keluarga yang menyenangkan. Bahkan kami sempat dijamu untuk makan malam walaupun sebenarnya kami sudah mendapat konsumsi dari panitia. Dan pada hari terakhir kami berada di Desa Sermong, keluarga ini memberikan salam perpisahan yang sangat manis.

Image

Kembali ke Mataram, Pulau Lombok untuk melakukan city tour dan penutupan acara. Mengunjungi Desa suku Sasak Sade dan Tanjung Aan. Kebiasaan suku Sasak yang unik menurut saya adalah kepercayaannya untuk mengepel lantai rumah dengan kotoran kerbau setiap seminggu sekali, ‘wow’ sekali bukan?

Image

Desa Sasak Sade

ImageTanjung Aan

Hari terakhir berada di Nusa Tenggara Barat, saya dan teman-teman merasa sudah cukup melihat keindahan pantai di sini sehingga kami memutuskan untuk bermain di air terjun Benang Setokel dan Benang Kelambu. Untuk melihat air terjun tersebut, kami harus melakukan tracking sekitar 20 menit. Menjelang pulang, kami ditawari untuk melompat dari tebing air terjun dengan ketinggian 10 meter. Saya mencoba lompat dan ternyata pendaratan yang salah membuat saya mendapat oleh-oleh lebam di kaki kanan dan kiri, tapi pengalamannya tetap seru dan menyenangkan.

ImageAir Terjun Benang Kelambu

Image

The jumpers

terimakasih Kersos FKG UI, terimakasih Nusa Tenggara Barat!

Read Full Post »