Feeds:
Posts
Comments

Archive for January, 2015

Trapped in a pink box

10951478_10152977526632488_621951866_n

“It is one of the blessings of old friends that you can afford to be stupid with them”

– Ralph Waldo Emerson

Read Full Post »

Rumah Harapan

Malam mingguan kemarin beda dari biasanya, bukan mal bukan cafe bukan bioskop tapi rumah harapan.

Apa itu rumah harapan?

Rumah harapan adalah rumah singgah untuk anak-anak yang sakit dan membutuhkan tempat berlindung yang aman juga mendukung perawatan pengobatan yang mereka jalani.

 10933174_10152963227652488_2046474291_n

Salah satu yang bermain dengan kami kemarin namanya Tyas dengan kanker tulang stadium 4 sehingga sudah lumpuh tidak bisa berdiri dan berjalan lagi, Tyas harus mengesot atau dengan kursi roda buat berpindah. Di kaki Tyas banyak luka karena digigitin tikus saat tidur di tempat tinggalnya dulu yang memang tidak layak. Saat ini luka luka tersebut sudah menyembuh walaupun terapi kankernya sudah tinggal paliatif saja (menghilangkan gejala tidak nyaman yang dialami *rasa sakit* tapi tidak menghentikan penyebaran penyakitnya)

10921814_10152963264572488_1459596703_n

Anak cerdas bernama Ucu sibuk me wawancarai teman saya apakah memiliki pasangan hidup atau tidak, dibalik kelucuannya itu siapa sangka ternyata Ucu menderita gagal ginjal yang membuatnya harus melakukan cuci darah secara rutin.

10928699_10152963355657488_1724953959_n

Selain mereka juga ada Fadhli, Nisa, Desi, Indah yang bermain bersama kami. Menghabiskan waktu bersama mereka membuat kami lebih mensyukuri hidup dan terus ingin berbagi sebisa mungkin, sekecil apapun besarnya.

10888231_10152963266062488_137316326_n10927882_10152963246102488_304126263_n

Teman-teman yang penasaran tentang rumah harapan bisa visit:
Rumah-harapan.com dan 3littleangels.com buat info lebih lanjut

10937735_10152963319882488_647483968_nYang mau donasi, bisa langsung ke mba silly, bisa ke cp di web, bisa juga via saya.

Jangan tunggu kaya untuk berbagi, sekarang pun saatnya 🙂

Read Full Post »

glade

Read Full Post »

10884673_10152892517152488_2132352861_njamban

10877761_10152892281432488_1284516170_n

10899584_10152892254622488_1117031324_n

“Life is an awful, ugly place to not have a best friend.”
Sarah Dessen, Someone Like You

Read Full Post »

Berkuliah di FKG UI sebelum memasuki masa klinik (atau program profesi) cenderung santai, sehingga saya sendiri banyak mengikuti organisasi dan kepanitiaan di dalam dan luar kampus. Bisa dikatakan saya pada waktu itu adalah gambaran dari workaholic, pernah dalam sekali waktu saya berada dalam enam organisasi dan sepuluh kepanitiaan bersamaan sekaligus. Hasilnya? typus. Tapi tidak ada yang saya sesali dengan semua kegiatan yang pernah saya ikuti, saya sekarang ini ya dibentuk dengan bekal apa yang saya lakukan sebelumnya. Saya belajar banyak tantang organisasi dan kepemimpinan di BEM FKG UI, sedangkan di Young On Top saya belajar mengenai self development (yang mengubah hidup saya setelah itu), lain lagi di Leo Young Club Jakarta Kota saya belajar untuk bersyukur atas hidup saya dan berbagi dengan orang-orang yang membutuhkan, dan organisasi serta kepanitiaan lainnya yang tentu saja tidak bisa saya sebutkan satu persatu value nya.

Seiring dengan berjalannya waktu, tibalah saya memasuki program profesi (klinik -atau biasa disebut koas-) dan saya memiliki kegalauan untuk menjalani klinik dibarengi dengan kegiatan lain. Pada saat itu, saya baru saja dipilih menjadi pemeran utama pementasan teater Soekma Djaja oleh Teater Abang None Jakarta. Saya sempat memposting pada blog ini juga mengenai pementasan Soekma Djaja yang menceritakan konflik yang saya alami (pada diri sendiri) sebelum memutuskan untuk tetap mengikuti pementasan, bisa dilihat di sini. Poin yang mau saya angkat adalah sampai Mpok Maudy Koesnaedi sendiri yang turun tangan untuk meminta izin kepada orang tua saya agar di izinkan untuk terlibat dalam produksi teater ini, orang tua saya menyetujui dengan syarat akademis saya tetap baik. Saya pun menyanggupi.

Menjalankan program profesi itu tidak mudah, banyak sekali rintangan dan hambatan serta butuh keberuntungan setiap harinya untuk mengejar requirement demi requirement. Manusia bisa berencana, tapi Tuhan yang menentukan adalah kata-kata yang sangat sesuai untuk kegiatan klinik mahasiswa profesi kedokteran gigi. Kami harus menyesuaikan keinginan kami, keinginan pasien, dan keinginan dosen supervisor. Keinginan tersebut mencakup jadwal, waktu pengerjaan, hasil yang di inginkan, dan sebagainya. Satu saja tidak sesuai, maka pekerjaan bisa jadi terhambat. Contohnya ketika kita sudah menyiapkan diri untuk bekerja, dosen supervisor pun sudah dijanjikan untuk mengawasi, namun pasien mendadak tidak bisa datang karena satu dan lain hal jadi ya kita sehari itu akan kehilangan kesempatan untuk bekerja. Oleh karena itu saya selalu menyiapkan rencana cadangan, karena percaya atau tidak misalnya saya membuat tujuh hingga sembilan rencana bisa jadi yang terlaksana hanya dua.

Saya percaya dengan bekerja keras tidak ada hal yang tidak mungkin. Saya tidak pernah menargetkan untuk lulus tepat lima tahun, karena dari pengamatan akan senior-senior saya terdahulu hanya satu atau dua orang yang mampu lulus tepat lima tahun. Sedari awal saya sudah mengatakan pada ibu saya, saya akan berusaha sebisa saya semaksimal saya dengan target untuk lulus paling tidak sebelum angkatan kami yaitu 2009 digeser oleh angkatan 2011 (klinik tempat mahasiswa bekerja ada tiga, yaitu integ 1 untuk angkatan ganjil, integ 2 untuk angkatan genap, dan integ 3 untuk mahasiswa tidak tepat waktu). Menjelang akhir pengumpulan berkas, saya ternyata menghitung dengan seksama saya bisa lulus 5 tahun asalkan rencana dapat terlaksana dengan baik (satu sampai tiga kali gagal kerja, tidak lebih). Setelah pekerjaan klinik selesai saatnya melalui ujian demi ujian departemen, ujian komprehensif, dan ditutup uji kompetensi nasional. Dua minggu terakhir di klinik bagi saya penuh dengan keringat, air mata, serta konflik batin antara keputusasaan dan harapan. Saya sempat gagal di salah satu ujian yang membuat saya down, perjalanan tidak semulus di rencana yang saya buat. Tapi saya mampu bangkit dan kembali mengusahakan untuk mengejar kelulusan.

10822717_10152856183662488_957759227_nHasil akhirnya? Saya mampu lulus tepat waktu lima tahun dengan predikat cum laude (hanya saya dan satu orang lagi yang mampu lulus lima tahun). Sampai disitu? Tidak! Saya berhasil menjadi lulusan terbaik. Saya menjadi bukti untuk mematahkan pendapat bahwa menjalani klinik tidak bisa sambil melakukan hal lain di luar. Selama menjalani klinik setelah selesai pementasan Soekma Djaja, saya tetap aktif di teater abang none dan menjadi art performer. Selain itu, saya juga aktif di komunitas Peqho Teater. Pementasan demi pementasan saya lakukan dengan tetap berintegritas menjaga janji yang sudah saya ucapkan ke orang tua saya. dan sekarang lah dunia nyata mempersilahkan saya memasuki nya sebagai manusia yang memiliki bekal cukup sebagai dokter gigi untuk berkontribusi kepada masyarakat, terntunya tanpa melupakan passion saya lainnya sebagai art performer 🙂

10863516_10152856051112488_439279016_n

Read Full Post »

Setelah di tahun 2013 berhasil mendapatkan lisensi untuk menyelam bersama 3 teman saya, salah satu cita-cita saya setelah lulus kuliah adalah untuk menjelajahi kekayaan alam Indonesia (khususnya dunia bawah lautnya). Di akhir tahun 2014, saya berhasil menjadi dokter gigi seutuhnya menyelesaikan studi yang sudah lima tahun saya jalani di FKG UI. Dan dimulai lah realisasi cita-cita saya tersebut, dalam rentang waktu tiga bulan saya mengunjungi Bali, Makassar, dan Lampung. Kesemuanya itu memang saya khususkan perjalanan saya untuk melakukan penyelaman.

Perjalanan saya ke Bali sebenarnya berbarengan dengan adanya kegiatan seminar yang salah satu panitianya adalah ibu saya, sehingga tentu saja ini menghemat pengeluaran saya di akomodasi serta transportasi (oke, di segala hal tepatnya). Beberapa senior saya di kampus pun terlibat dalam acara ini, baik sebagai peserta maupun panitia. Saya beruntung dapat mengikuti acara seminar yang sangat bermanfaat dengan speaker dari dalam dan luar negri (secara cuma-cuma walaupun tidak mendapatkan sertifikat). Jadi tidak hanya liburan tapi juga menambah ilmu.

10751916_10152767619197488_747396362_n

Di Bali ini, saya mengunjungi 2 dive site yang cukup terkenal, yaitu Nusa Penida dan Tulamben. Saya sendiri menginap di Hotel Nikko Nusa Dua sehingga membutuhkan beberapa jam untuk mencapai dive site tersebut baik saat melalui transportasi darat maupun laut. Tapi perjalanan panjang tersebut tidak mengecewakan, saya puas sekali dengan pengalaman yang saya dapat di bawah sana terutama saat di Tulamben. Saya seperti mengalami magical moment dengan kapal tenggelam yang ada disana.

Makassar adalah tujuan saya berikutnya, lagi-lagi saya pergi bersama ibu saya karena beliau ada kepentingan untuk menjadi penguji di Unhas (tentunya menghemat pengeluaran saya -lagi-). Saya pergi ke kota ini tidak hanya bersama ibu saya tapi juga dosen-dosen saya di FKG UI, lucu rasanya kalau membayangkan saat masih bekerja sama dengan mereka di kampus. Perjalanan ini hanya tiga hari, dipenuhi dengan wisata kuliner dan menyelam tentunya.

Pada saat saya menyelam di Pulau Samalona, ternyata ada acara yang di adakan oleh dinas pariwisata pemerintah setempat. Saya pun menyelam dengan beberapa teman baru yang merupakan peserta dari acara tersebut. Lautnya tidak terlalu dalam namun cukup menarik untuk di jelajahi. Sayang karena waktu yang singkat, saya hanya bisa menyelam di sekitar Pulau Samalona dan tidak sempat mengunjungi Selayar, atau Tanjung Bira.

Saat beristirahat setelah menyelam, kami menyempatkan diri naik ke Pulau dan ikut menikmati acara yang ada. Saya berkenalan dengan beberapa orang dari dinas pariwisata Makassar dan juga EO acara ini, yang ternyata keesokan harinya saya diajak jalan-jalan oleh salah satu teman baru saya ini. Keramaian di pulau ini dimeriahkan oleh tarian tradisional, pesta BBQ, hingga live music reggae dan kombinasi dari kesemuanya itu dengan pantai adalah ‘having a very good time’ !

Kota terakhir yang saya kunjungi (sebelum membuat postingan ini tentunya) adalah Lampung. Saya merencanakan untuk merayakan tahun baru dengan perjalanan menyelam, karena sudah cukup dua tahun sebelumnya setiap tahun baru saya bertugas (2013: tugas none di pasar baru ; 2014: tugas sebagai koas jaga IGD RSUD Tangerang). Saya mengajak 3 teman saya, yaitu Yoshua/Chua, Luthfi/Upi, dan Clarissa/Ica.. Saya sendiri Sissy seringkali dipanggil Cici, memang lucu nama kami semua memiliki versi imutnya :p Kami berangkat dari Jakarta tanggal 31 Desember 2014 jam 7 malam menggunakan bus, sehingga tentu saja kami merayakan pergantian tahun di atas kapal ferry.

10904328_10152903793522488_1980167629_nBanyak pengalaman seru yang saya dapatkan di Lampung, seperti ketika kami tiba di kota Lampung pukul 2 dini hari kemudian ditawari menginap di ruang sekre klub diving mahasiswa Universitas Lampung (saya bahkan belum pernah menginap melewati satu malam di ruang bem kampus sendiri walaupun sering tidur disitu di pagi/siang hari). Kami melakukan penyelaman di dua spot, yaitu Pulau Susutan dan Pulau Kelagian. Saya pribadi lebih menyukai dunia bawah laut Pulau Kelagian, tidak dalam namun berwarna dan kami sempat melihat sotong. Harus diakui visibility nya tidak dalam kondisi yang prima untuk dikunjungi.

Selain menyelam, saya dan teman-teman juga menyempatkan menginap di Kiluan. Di pagi hari, kami menaiki kapal melihat lumba-lumba keluar dari Teluk Kiluan menuju lautan lepas. Setelah puas melihat lumba-lumba, kami berjalan selama 30 menit untuk mencapai Pantai Laguna. Perjalanan yang dilakukan cukup melelahkan, melintasi hutan dengan jalan setapak menanjak kemudian tangga batu yang dilanjutkan dengan melewati batuan batuan karang. Begitu sampai, wah puas sekali rasanya! nyebur adalah keharusan.

10899783_10152920896097488_862351260_nWell, sekian dulu cerita tentang perjalanan-perjalanan yang sudah saya realisasikan. Semoga di tahun 2015 saya bisa lebih banyak lagi menjelajahi Indonesia. Cinta Alam, Cinta Indonesia!

Read Full Post »