Feeds:
Posts
Comments

Posts Tagged ‘artjog’

JOGJA

Perjalanan ke Jogja kali ini bisa dikatakan keluar dari comfort zone. Mungkin hanya hal-hal kecil bagi sebagian orang, tapi saya jarang melakukannya. Saya biasa mempersiapkan perjalanan dari jauh-jauh hari, mungkin bisa sampai hitungan bulan tapi perjalanan ini baru direncanakan hanya 2 minggu sebelum pergi. Transportasi yang digunakan pun kereta, seumur hidup saya melakukan perjalanan antar kota dengan menggunakan kereta hanya dua kali sebelum perjalanan kali ini, dan itu sudah cukup lama. Pembelian tiket keretanya pun satu minggu sebelum keberangkatan, berbeda dengan ketika saya pergi ke NTT yang nyicil membeli tiket pesawat dari 8 – 10 bulan sebelumnya. Tiba disana pun, saya menginap di kosan teman saya (yang mana jarang juga saya lakukan).

Magnet pertama yang membuat saya tertarik untuk mengunjungi Jogja adalah ArtJog, sebuah art exhibition tahunan, dan ternyata ada beberapa teman yang mempunyai interest sama dengan saya. Teman perjalanan ke Jogja pun random dan berganti tiap harinya.

Saya berangkat naik kereta dari stasiun Senen sekitar pukul 7.00 malam, dan tiba di Jogja pukul 3.20 pagi. Saya dijemput dan ditemani makan oleh Rendy, teman saya yang saat itu bekerja sebagai reporter tv swasta di Jogja.

Tempat pertama yang saya kunjungi di Jogja setelah itu adalah ArtJog, melihat berbagai karya seni yang sangat menarik dengan berbagai filosofi di baliknya. Mata dan isi kepala seakan termanjakan berada di pameran tersebut, berbagai eksplorasi bentuk dan suara di kolaborasikan untuk menyampaikan pesan tertentu dari sang artist.

DSC_1791

Di area yang sama terdapat museum kolong tangga, yaitu museum mainan anak-anak. Museum ini tidak terlalu besar, namun mampu memutar balikkan memori kembali ke masa kecil melihat berbagai mainan yang ada di dalamnya. Saya merasa beruntung melewati masa kecil bermain dengan banyak permainan tradisional, belum mengenal tekhnologi seperti anak-anak pada masa ini.

DSC_1803

DSC_1807

Ada salah satu teman dari seorang teman kami yang menjadi lighting designer di sebuah art gallery, jadi kami melanjutkan perjalanan kesana. Namanya “red base foundation”, tempatnya cukup membutuhkan usaha untuk ditemukan namun setelah tiba semua itu terbayarkan. Karya seni yang ada di tempat ini membuat kami berdecak kagum, favorit saya sendiri adalah sebuah boneka yang diletakkan terbalik menggunakan semacam regulator dalam aquarium berair, kisah di balik karya ini adalah sang artist pernah tenggelam dahulunya dan ingin memberikan gambaran tersebut dalam karyanya.

DSC_1816

Hari pertama ditutup dengan menyantap yakitori dan kemudian menghabiskan waktu diย epicย cafe yang terkenal oleh milkshake nya.

cached-1552623658

Keesokan harinya, kami mulai dengan mengunjungi Bukit Paralayang di Parangtritis. Pemandangan dari tebing ini di barengi dengan lantunan lagu dari gitar serta nyanyian bersama membuat suasana yang didapat tidak bisa digambarkan dengan kata-kata.

cached-1497449488

Gumuk Pasir yang berada tidak jauh dari bukit paralayang juga kami kunjungi, tempat ini biasanya digunakan untuk sandboarding tapi saya tidak melakukannya. Panas menyengat sedikit membuat tidak nyaman tapi tidak bisa dipungkiri berfoto di tempat ini sangat bagus.

cached-995038483

Kembali ke kota Jogja, saya menemui Nabilah dan Twinda. Nabilah teman saya yang sangat impulsif, memastikan mau ikut perjalanan h-1 dan saat tiba belum punya tiket pulang ke Jakarta. Sedangkan Twinda sedang menjalani program pendidikan di magelang. Kami pun mengunjungi taman sari, diceriterakan dahulunya adalah tempat mandinya raja untuk memilih selir mana yang akan menemani beliau.

GOPR4570_1435390978964_low

Kami kemudian memilih untuk menikmati sunset sekaligus makan malam di Candi Ratu Boko. Dan lalu menikmati pagelaran balet Ramayana dengan Candi Prambanan sebagai latar belakang.

cached321864012

cached2010292366

Hari berikutnya kami mengejar sunrise ke Mangunan, sayangnya karena hari itu hari Minggu sehingga ramai sekali orang. Saya sendiri cukup puas menikmati pemandangan yang disuguhkan alam sekitar dari gelap hingga semua jelas, proses yang “breathtaking”.

cached1533690185

Melanjutkan perjalanan ke Hutan Pinus, Imogiri. Semuanya menyenangkan disini! pohon-pohon pinusnya – udaranya – sinar matahari yang mengintip di balik pohon pohon – rumah pohon – tanahnya – semuanya. Foto-foto kami disini juga sangat bagus, thanks to Willy!

cached226033037

cached1508345136

Setelah beristirahat sebentar, kami memutuskan untuk melihat 3D trick eye museum.

cached1200598032

Dan lalu kami ke daerah minggiran, dimana ada teman yang menjadi socialpreneur. Kami belajar cara membuat emping melinjo langsung di dapur ibu-ibu penduduk setempat. Yang tidak kalah uniknya, kami pulang membawa oleh-oleh beras merah organik. Percakapan dengan mereka pun sarat makna dan ilmu baru buat saya dan teman-teman. Terimakasih Imanuel sudah membawa kami kesana ๐Ÿ™‚

cached-1220150308

cached-786051660

Malam terakhir di kota ini pun kami habiskan bersantai di Indische Koffie, sebuah cafe di Benteng Vredeburg. Paduan dari pemandangan cahaya lampu lampu kota Jogja, udara malam, ice chocolate, lantunan suara gitar harmonika dan nyanyian membuat malam pun menjadi semakin indah dinikmati.

cached907612655

Terimakasih Jogja buat 3 hari nya yang menyenangkan!

Read Full Post »